Kategori
Edukasi

Cyber University Dukung Program dari Kemenaker RI dengan USAID

Redinvadesblue, JAKARTA – Melalui Cyber ​​Career Center (CCC), Cyber ​​​​University sebagai universitas FinTech (financial technology) pertama di Indonesia mendukung program Kementerian Ketenagakerjaan RI dan USAID. Kepala Cyber ​​Employment Center Anang Martoyo sangat setuju dengan pernyataan Menteri Ketenagakerjaan RI pada dialog nasional bertajuk “Kerjasama Pelatihan dan Produktivitas Vokasi”, di Ruang Flores Hotel Borobudur, Jakarta.

Dialog nasional ini terselenggara atas kerja sama antara Pusat Pengembangan Vokasional dan Produktif (BPVP) yang dipimpin Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dari Amerika Serikat. Selain itu, forum ini diselenggarakan untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi antara peran serta swasta dalam penguatan lembaga BPVP Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan organisasi profesi dan asosiasi usaha terkemuka dalam pembangunan dan menjamin partisipasi swasta dan perguruan tinggi. dan investasi dalam pendidikan profesional. Program pelatihan dan stimulasi produktivitas.

Pada forum tersebut, Menteri Ketenagakerjaan RI, dr. Ida Fouzia menyatakan, jika kekurangan keterampilan tidak diatasi, maka akan berdampak pada rendahnya produktivitas, tingginya turnover pekerja, dan kurangnya inovasi. Untuk itu perlu dilakukan moderasi kurikulum masing-masing program studi secara berkala dengan mengundang pemangku kepentingan dari dunia usaha dan industri (DUDI).

“Hal ini bertujuan untuk membantu menyelaraskan kompetensi yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang perlu dikuasai lulusan dengan kebutuhan industri atau bisnis. Hal ini juga dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi kesenjangan keterampilan yang disebabkan oleh populasi yang menua, globalisasi dan perubahan iklim. ”, kata IDA dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2 September 2024) “Atau digitalisasi.”

Untuk itu perguruan tinggi khususnya yang profesional mempunyai peranan yang sangat penting dalam mempersiapkan lulusan unggul yang mempunyai kompetensi tinggi dan kemampuan bersaing. Oleh karena itu, semakin banyak lulusan yang terserap oleh peluang kerja di dunia industri dan bisnis. Hal ini sesuai dengan temuan investigasi Direktur Misi USAID Indonesia Jeffrey Cohen bahwa persyaratan pekerjaan yang diperlukan untuk memasuki dunia industri semakin jauh dari kompetensi yang dihasilkan oleh pendidikan formal.

Anton juga berpesan kepada seluruh mahasiswa Cyber ​​University yang mewakili Generasi Z untuk mempersiapkan diri sejak dini dengan terus berkembang. Tentunya dengan giat belajar, disiplin, pantang menyerah dan aktif dalam kegiatan organisasi baik di kampus maupun di masyarakat.

“Selain pengetahuan yang luas dan keterampilan yang memadai, mahasiswa juga harus memiliki perilaku (attitude) yang baik. Jangan sampai mahasiswa cyber university menjadi generasi Z yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik namun perilakunya cenderung kurang baik, misalnya kurang disiplin. “Mereka kurang sabar, kurang keras kepala, cenderung bebas dan kurang santun,” tegas Anton.